Latest Entries »

haji mubarak

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat islam, karena umat islam menggunakan momen tersebut untuk menyempurnakan rukun iman yakni dengan melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji merupakan ritual keagamaan yang mengajarkan persamaan derajat umat manusia. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak membeda-bedakan umat manusia dari segala status sosial, warna kulit dan ras bangsa. Semuia melaksanakan ibdah yang sama dengan pakaian yang sama pula.

Secara sosial haji merupakan simbol kolaborasi tertinggi yaitu pertemuan pada skala tertinggi dimana umat Islam sedunia melaksanakan langkah yang sama dengan landasan prinsip yang sama pula.

IDUL ADHA

Selain ibadah haji, pada bulan ini islam juga merayakan salah satu hari bersejarah, idul adha. Pada hari itu umat islam dianjurkan untuk sholat sunnah dua rokaat serta menyembelih korban bagi yan mampu. Anjuran menyembelih korban tak lepas dari peristiwa dramatis yang dialami oleh dua insan mulia, Ibrahim as. dan Ismail as.

Idul Adha berasal dari kata ‘udlhiyyah’ yang berarti ‘hewan kurban’. Pada hari itu, umat islam dianjurkan menyembelih hewan kurban dan nantinya akan dibagikan pada kaum dlu’afa. Read More…

Iklan

Bunga Bunga Cinta

muslimah-berjilbab1

Geriap bagai sejuta bintang
Pancaran mata bening cemerlang
Hilang kata-kata, terkesima
Degup hati menggelegak
Deras asmara mengalir tak terelak

Aku insan kekurangan
Tak ada yang dapat kubanggakan
Sementara kau terlalu sempurna
hampir hanya terwujud dalam angan
Letih diri berpacu mengejar bunga impian

Masihkah kau tak membaca fikiranku?
Semua tertulis dalam sorot mataku
Kuhunus pedang cinta, kupekikkan asmara
Semula kau diam,
lalu tersenyum
Ingin kupetik bintang impian
kusematkan didadamu
dijantungmu

Masih hanya namamu terpatri dalam dada
Haruskah aku lelah manjaga?

campioni
ah, lega rasanya. Sebagai fans AC Milan, penantian tujuh tahun adalah waktu yang cukup lama untuk gelar juara Serie A Italia. Apalagi tetangga dekat mendominasi jalannya kompetisi dalam setengah dekade. Tapi penantian panjang itu berakhir Minggu (8/5) dinihari WIB saat AC Milan meraih gelar ke-18 mereka di Serie A dengan mengumpulkan satu poin yang mereka butuhkan dalam lawatan ke Roma sekaligus memupus harapan Inter Milan untuk mengejar perolehan poin Milan.

PEKAN DEMI PEKAN

Perjalanan Milan musim ini tak bisa dibilang mudah. Milan memulai musin ini dengan terlambat. Dengan ‘hanya’ mengumpulkan sepasang kemenangan dan sepasang seri serta sekali kalah, Milan terpaksa berada di posisi ke-5 klasemen pada giornata 5 di bulan September.

Namun pada bulan berikutnya Milan mulai merangsek ke papan atas. Pada bulan yang menjadi bulan terbaik Lazio yang secara mengejutkan tampil impresif ini, Milan berhasil mengumpulkan empat kemenangan dan satu seri dan berhak duduk di peringkat ke-3 klasemen.

Tren positif Milan berlanjut pada bulan November. Read More…

PSSI Reborn

Usai sudah kemelut yang terjadi dalam tubuh PSSI. FIFA sebagai federasi sepakbola tertinggi dunia akhirnya membekukan PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid. FIFA menganggap bahwa kepengurusan Nurdin Halid tak sesuai dengan statuta FIFA yang menyatakan bahwa Ketua Umum asosiasi sepakbola harus tidak pernah terlibat dalam sebuah kasus kriminal yang oleh Nurdin dkk. telah dibelokkan isinya.

Secara prinsip kemelut PSSI dimulai kekalahan TIMNAS Indonesia dalam final AFF cup yang lalu. Banyak pihak mengklaim bahwa ada permainan dibalik kekalahan Garuda Indonesia. Mulai dari kecurigaan saat para pemain yang semestinya dikarantina malah diundang kesana kemari. Juga adanya laporan bahwa dua pengurus PSSI memasuki kamar ganti pemain saat jeda pertandingan. Serta sorotan laser yang membuyarkan kosentrasi pemain Indonesia.

Memang terlalu naif menjadikan faktor nonteknis menjadi kambing hitam kekalahan. Bagi saya Indonesia memang kalah segalanya. Mulai dari segi fisik, strategi juga mental pemain. Yang lalu biarlah berlalu. Tugas kita sekarang bagaimana cara agar persepakbolaan Indonesia semakin maju dimasa mendatang. Read More…

Topi Biru

Senin malam di salah satu stasiun televisi swasta, Deddy Corbuzier memberikan petuah sebuah pelajaran hidup yang menurut saya sangat menarik untuk saya ceritakan ulang pada sahabat ruang pena.

Terkisah seorang pekerja di sebuah pabrik panggil saja namanya Andi. Andi termasuk karyawan yang ulet dan baik tutur sapanya. Seakan tak punya lelah, di waktu istirahat masih ada saja yang dia kerjakan. Bahkan pekerjaan seorang office boy yang tak seharusnya dia kerjakan dia atasi.

Namun meski bekerja dengan giat, ternyata ada sesuatu yang sering mengganggu otaknya. Yakni, sudah lama dia bekerja dengan giat namun tetap saja pangkatnya tak kunjung naik.

Konon, Andi memiliki teman curhat yang selalu mendengarkan keluh kesahnya. Teman tersebut tak lain adalah ayahnya sendiri. Dia pun bercerita perihal tak kunjung naiknya pangkat yang di pegangnya. Masih saja dia menjadi seorang buruh pekerja kotor. Setidaknya dia ingin naik pangkat menjabat sebagai seorang mandor. Wajar dia berkeinginan seperti itu melihat apa yang telah dia curahkan pada perusahaannya. Read More…

(Harusnya) Semua Sama

“B*ng**t…!!!, kalo orang biasa yang melanggar ditilang, tapi kalo atasannya yang melanggar mereka malah tunduk gak berani menegur apalagi menilang”, gerutu seorang supir angkot yang ditilang karena memarkir kendaraan pada rambu yang salah. “Saya gak tahu pak kalo ada rambu begini soalnya kemaren belum ada” Sang polisi tak bergeming dengan alasan si sopir dan tetap sibuk menyoret-nyoret kertas tilang.

Sebuah kisah yang tak asing kita dengar dari gerutuan orang-orang di sekitar kita. Sang polisi tak salah sih menilang si sopir karena telah ada undang-undangnya. Namun yang membuat hati kita juga ikut menggerutu bahwa sikap polisi yang hanya menindak tegas pada orang-orang biasa atau lebih tepatnya orang yang berada di bawah derajatnya. Dan berbanding terbalik jika yang melanggar adalah atasannya. Read More…

Selamat Tahun Baru

Kawan,
sudah tahun baru lagi.
Belum juga tibakah saatnya kita menunduk,
memandang diri sendiri.
Bercermin firman Tuhan,
sebelum kita dihisabnya.

Kawan,
siapakah kita ini sebenarnya?
Musliminkah? Mu’minin? Muttaqin?
Khalifah Allah?
Umat Muhammadkah kita?
Atau kita sama saja dengan makhluk lain?
Atau bahkan lebih rendah lagi?
Hanya budak-budak perut dan kelamin?

Iman kita kepada-Nya dan yang ghaib,
rasanya lebih tipis dari uang kertas ribuan,
lebih pipih dari kain rok perempuan.
Betapapun,
kita khusyuk didepan manusia
dan tiba-tiba buas dan binal
justru disaat sendiri bersamanya. Read More…

Katakan Yang Benar

Melanjutkan artikel saya yang berjudul ‘Untaian Nadzom Sarat Makna’, kini saya coba membahas nuktah yang tersirat di salah satu nadzom alfiyah dalam hal ini yang terdapat dalam bab Kalam.

كلامنا لفظ مفيد كاستقم و إسم و فعل ثم حرف الكلم

Artinya: Kalam menurut ulama’ ahli nahwu adalah lafadz yang berfaidah sebagaimana lafadz istaqim

Titik berat pembahasan kita kali ini terletak pada lafadz istaqim yang juga terdapat pada firman Allah SWT. dalam surat Al-Fushshilat ayat 30:

إن الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة أن لاتخافوا ولاتحزنوا وابشروا بالجنة التي كنتم توعدون

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah”. Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka. Maka lihatlah malaikat turun kepada mereka, dengan mengatakn, “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah merasa sedih. Bergembiralah kemu dengan mendapatkan surga yang telah Allah janjikan padamu”. (QS. Al-Fushshilat : 30)

Sebelum kita membahas ungkapan dari Alfiyah, alangkah baiknya kita dahulukan untuk membahas tafsiran ayat tersebut diatas. Read More…

Tuhan…
Lihatlah, betapa baik kaum beragama negri ini
Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain
di negeri-negeri lain

Demi mendapatkan ridho-Mu
mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka
Untuk merebut tempat disisi-Mu
mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hamba-Mu sendiri

Demi memperoleh rahmat-Mu
mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran
bahkan mendukung kelaliman Read More…

Di suatu sudut serambi masjid, terlihat seorang santri beralaskan sorban hitam bergaris putih putih dengan kopiah putih menempel di kepalanya. Ia memegang kitab kecil seukuran buku saku yang kertasnya berwarna kuning. Kepalanya menghadap keatas dengan mata terpejam, sesekali ia turunkan pandangannya kearah kitab kecil di tangan kanannya.

Dahinya mengerut, menandakan keseriuasan mendalam. Seolah ada suatu memori yang coba ia putar didalm batok kepalanya. Mulutnya pun tak berhenti bergerak. Apa yang sebenarnya yang ia lakukan? Ia sedang menghafalkan bait demi bait dari kitab: “ALFIYAH” YANG BERJUMLAH 1002 bait.

Dalam literatur pesantren di Indonesia, sudah tak asing lagi bahkan hampir seluruh pesantren menyertakan alfiyah sebagai salah satu pelajaran wajib dan menjadi tolak ukur sejauh mana kepandaian seorang santri dalam ilmu gramatikal arab.

Karya monumental ini dikarang oleh Read More…