Tag Archive: PSSI


Stop it Right Now!

PSSI-KPSI

Bosan, muak, jengah atau kata apa saja yang tepat untuk mewakili nurani insan sepakbola Indonesia. Masih lagi dan lagi PSSI (Penj*h*t Sepakbola Seluruh Indonesia) dan KPSI (Komisi Perus*k Sepakbola Indonesia) seperti kucing dan anjing yang tak bisa akur. Keduanya masih keukeuh bertahan dengan pendapat masing-masing.

Sebenarnya insan sepakbola sempat lega dengan berakhirnya rezim Nurdin Halid (baca, PSSI Reborn). Namun karena keputusan-keputusan PSSI yang baru (diantaranya mengesahkan LPI), membuat masyarakat kecewa. Bagaimana tidak, klub-klub yang notabene adalah ‘anak ingusan’ langsung dapat berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola indonesia. Belum lagi pemain-pemain yang mereka punya masih bertaraf ‘liga tarkam’. Terbukti, dengan pemain-pemain dari LPI, TIMNAS Indonesia tak mampu berbicara banyak di AFF Cup kemarin. Read More…

PSSI Reborn

Usai sudah kemelut yang terjadi dalam tubuh PSSI. FIFA sebagai federasi sepakbola tertinggi dunia akhirnya membekukan PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid. FIFA menganggap bahwa kepengurusan Nurdin Halid tak sesuai dengan statuta FIFA yang menyatakan bahwa Ketua Umum asosiasi sepakbola harus tidak pernah terlibat dalam sebuah kasus kriminal yang oleh Nurdin dkk. telah dibelokkan isinya.

Secara prinsip kemelut PSSI dimulai kekalahan TIMNAS Indonesia dalam final AFF cup yang lalu. Banyak pihak mengklaim bahwa ada permainan dibalik kekalahan Garuda Indonesia. Mulai dari kecurigaan saat para pemain yang semestinya dikarantina malah diundang kesana kemari. Juga adanya laporan bahwa dua pengurus PSSI memasuki kamar ganti pemain saat jeda pertandingan. Serta sorotan laser yang membuyarkan kosentrasi pemain Indonesia.

Memang terlalu naif menjadikan faktor nonteknis menjadi kambing hitam kekalahan. Bagi saya Indonesia memang kalah segalanya. Mulai dari segi fisik, strategi juga mental pemain. Yang lalu biarlah berlalu. Tugas kita sekarang bagaimana cara agar persepakbolaan Indonesia semakin maju dimasa mendatang. Read More…

(Harusnya) Semua Sama

“B*ng**t…!!!, kalo orang biasa yang melanggar ditilang, tapi kalo atasannya yang melanggar mereka malah tunduk gak berani menegur apalagi menilang”, gerutu seorang supir angkot yang ditilang karena memarkir kendaraan pada rambu yang salah. “Saya gak tahu pak kalo ada rambu begini soalnya kemaren belum ada” Sang polisi tak bergeming dengan alasan si sopir dan tetap sibuk menyoret-nyoret kertas tilang.

Sebuah kisah yang tak asing kita dengar dari gerutuan orang-orang di sekitar kita. Sang polisi tak salah sih menilang si sopir karena telah ada undang-undangnya. Namun yang membuat hati kita juga ikut menggerutu bahwa sikap polisi yang hanya menindak tegas pada orang-orang biasa atau lebih tepatnya orang yang berada di bawah derajatnya. Dan berbanding terbalik jika yang melanggar adalah atasannya. Read More…