Buang air besar (qodhoul hajjah) adalah ungkapan untuk sebuah keadaan yang tak pantas (buruk) diperbincangkan dalam forum terhormat. Namun siapa sangka, bahwa B.A.B mempunyai hikmah yang berkaitan erat dengan konsep terbaik dalam bersedekah.

Dalam kenyataannya kebanyakan dari kita termasuk saya belum  mengerti hikmah yang terkandung dalam B.A.B. sampai saya mendengar penjelasan dari guru saya di pesantren. Setidaknya ada dua poin yang dapat saya simpulkan dari keterangan guru saya;

1. Tidak membahas/membicarakannya pada orang lain.

Sudah umum bagi kita bahwa membicarakan/menceritakan B.A.B. pada orang lain adalah hal yang ‘tabu’ atau tidak pantas. Ambil contoh, ketika kita memohon izin pada guru untuk memenuhi hajat (B.A.B) kita akan mengatakan, “maaf pak! saya izin ingin ke ‘belakang’“. Kata belakang merupakan pengganti dari kata (maaf) berak/BAB. Kenapa harus mengganti kata berak menjadi ke belakang? Alasannya jelas, yakni kita merasa malu untuk mengucapkan kata tersebut karna memang tak pantas.

poin yang pertama ini ternyata bisa kita arahkan pada konsep sedekah untuk mencapai kesempurnaan. Sedekah bisa dibilang sempurna apabila setelahnya kita tidak membicarakannya pada orang lain. Sama halnya dengan berak, kita tidak akan menceritakannya karena merasa mau atau tidak pantas. Andaikata saja ada yang menanyai kita, paling2 kita akan menjawab “ingin/telah buang air besar”, tidak sampai membicarakan tata cara atau berapa lama kita berak.

Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa sedekah dapat dianggap sempurna apabila kita tidak membicarakannya pada orang lain entah jenis barang yang disedekahkan, orang yang kita beri sedekah atau lain sebagainya.

2. Sehat jasmani dan rohani

Bayangkan, disuatu saat anda mempunyai penyakit yang menyebabkan anda tak dapat lagi buang air besar. Bagaimana jadinya kita? Tentunya pasti ada yang salah dengan tubuh kita. Perasaan kita juga takkan tenang sebelum dapat mengeluarkan kotoran yang ada didalam perut kita. Karena dengan mengeluarkannya, badan kita akan terbebas dari penyakit yang dapat mengganggu kinerja tubuh kita.

Bagaimana dengan sedekah? Allah berfirman “sungguh beruntung orang2 yang bersedekah”. Syariat islam menjelaskan bahwa dengan bersedekah hati, badan serta harta kita akan bersih sehingga dapat berpengaruh pada emosional atau jalan pikir kita.

Konklusinya, sedekah tidak akan membuat kita merugi, tapi dengan sedekah kita sudah dijanjikan oleh Allah untuk memperoleh badan, jiwa serta harta yang bersih. WALLAHU A’LAM.

Iklan