Buang air besar (qodhoul hajjah) adalah ungkapan untuk sebuah keadaan yang tak pantas (buruk) diperbincangkan dalam forum terhormat. Namun siapa sangka, bahwa B.A.B mempunyai hikmah yang berkaitan erat dengan konsep terbaik dalam bersedekah.

Dalam kenyataannya kebanyakan dari kita termasuk saya belum  mengerti hikmah yang terkandung dalam B.A.B. sampai saya mendengar penjelasan dari guru saya di pesantren. Setidaknya ada dua poin yang dapat saya simpulkan dari keterangan guru saya;

1. Tidak membahas/membicarakannya pada orang lain.

Sudah umum bagi kita bahwa membicarakan/menceritakan B.A.B. pada orang lain adalah hal yang ‘tabu’ atau tidak pantas. Ambil contoh, ketika kita memohon izin pada guru untuk memenuhi hajat (B.A.B) kita akan mengatakan, “maaf pak! saya izin ingin ke ‘belakang’“. Kata belakang merupakan pengganti dari kata (maaf) berak/BAB. Kenapa harus mengganti kata berak menjadi ke belakang? Alasannya jelas, yakni Read More…

Iklan