Category: Intermeso


Tak Perlu Dihukum

“Pak…!!!” Teriak seorang murid bernama Budi kepada gurunya.
“Ya, ada apa budi?” Sahut sang guru.
“Apakah seseorang harus dihukum sedangkan dia sama sekali tak melakukan apapun?”
“Tentu saja tidak. Memangnya ada apa Budi?” Lanjut Sang guru.
“Hari ini saya tak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) sama sekali…”

Tebakan Humor

>>>Jus apa yang turun dari langit?
(jawab): Justru itu gue gak tahu.

>>>Orang apa yang dipukul gak kena-kena?
(jawab): Orang gak kena, yeee…

>>>Kenapa anak anjing dengan anak anjing suka berantem?
(jawab): Namanya juga anak-anak.

>>>Sambal apa yang ada di pinggir jalan?
(jawab): Sambal ban.

>>>Daun apa yang gak boleh dipegang?
(jawab): Daun touch me

>>>Apa itu cemilan?
(jawab): Cebelum cepuluh, cehabis delapan.

>>>Kenapa superman gak kawin sama wonderwoman?
(jawab): Gak jodoh kali…

>>>Daun apa yang lucu?
(jawab): Dauno, Kasino, Indro.

>>>Setelah bulan yang ada ini, kelak bulan apalagi?
(jawab): Bulan depan dong.

>>>Bola apa yang disukai anak-anak?
(jawab): Bolaemon.

>>>Ayam apa yang paling besar di dunia?
(jawab): Ayam semesta.

>>>Buah apa yang bikin bingung?
(jawab): Strawberry (bingung kan?)

Bebek Goreng


Dengan wajah sumringah sambil senyum-senyum, kang Bruddin datang membawa dua kantong plastik berisi bebek goreng yang baru dibelinya dari pasar. Ia bermaksud mengajak temannya untuk makan bersama sambil berbincang-bincang.
Tono : Wah enak nih, tumben kamu bawa bebek goreng, Brud! Kamu tau aja selera teman.
Bruddin : Tunggu dulu coy! Sebelum makan, ada baiknya kamu mengetahui sedikit fakta menarik tentang bebek goreng…
Tono : Apaan tuh?
Bruddin : Menurutmu, bagian mana dari bebek goreng yang paling enak?
Tono : Hmmm… Pahanya.
Bruddin : Salah!
Tono : Sayapnya…
Bruddin : Salah juga!
Tono : Kalau begitu, pasti bumbunya…!
Bruddin : Masih salah!
Tono : Terus, apanya? Read More…


Suatu hari, Ibunya Bruddin mengantarkan Bruddin yang saat itu baru berusia 5 tahun, naik bus jurusan Surabaya-Denpasar. Ibunya Bruddin berpesan pada pak sopir, “Pak, titip anak saya ya. Nanti kalo sampe di Banyuwangi, kasih tahu anak saya.”

Sepanjang perjalanan, si Bruddin kecil cerewet sekali. Sebentar-sebentar ia bertanya pada penumpang, “Udah sampe Banyuwangi belom?” Hari mulai malam dan Bruddin kecil masih terus bertanya-tanya. Penumpang yang satu menjawab, “Belom, nanti kalo sampe Banyuwangi dibangunin deh! Tidur aja!” Tapi si Bruddin tidak mau diam, dia maju ke depan dan bertanya pada sopir untuk kesekian kalinya, “Pak, udah sampe Banyuwangi belom?” Pak Supir yang sudah lelah dengan pertanyaan itu menjawab, “Belom! Tidur aja deh! Nanti kalo sampe Banyuwangi pasti dibangunin!”

Kali ini, si Bruddin tidak bertanya lagi, ia Read More…

Akronim Plesetan


Seringkali kita mendengar kelakar teman-teman kita saat duduk bersama sembari melepas lelah setelah kegiatan seharian. Tak jarang semua terbahak-bahak ketika salah seorang teman bercerita hal yang menggelitik perut. Pernah pula suasana menjadi gaduh disaat kita saling mengolok-olok namun tetap tak bisa menjaga kesopanan. Tak jarang mereka melontarkan olokan berupa singkatan-singkatan (akronim) yang diplesetkan.

Saya sempat mencatat singkatan-singkatan plesetan yang saya dengar dari teman dan ada yang saya buat sendiri. Berikut diantaranya:

AGUS = Agak GUndul Sedikit
BALON = BAnci saLON
BEKAM = BEbek KAMpung
BIMOLI = BIbir MOnyong LIma senti
BMW = Body Mengalahkan Wajah
BUDI = BUdek DIkit Read More…

gd1
Gus Dur. Siapa yang tak kenal cendikiawan islam sekaligus politikus ‘nyentrik’ yang satu ini. Selain dikenali sering melontarkan komentar-komentar yang ‘nyeleneh’, beliau juga tak jarang mengeluarkan joke-joke yang menggelitik. Berikut adalah beberapa ungkapan-ungkapan beliau yang saya dapat:

Sate Babi.

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram? Read More…

Jika Keledai Membaca

Humor Ala Gus Mus

gusmus
Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, “Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin. “Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?” Read More…

Belum habis lelahku setelah melakukan perjalanan dari Nabire Papua ke Kediri Jawa Timur, tangan ini terasa tertarik untuk kembali bertarung melawan keyboard lagi.

Oh,ya…!!! Selama periode september ini, saya vakum menulis. Bulan puasa kemarin saya diminta untuk mudik ke kempumg halaman saya, Nabire Papua. Hampir tak ada waktu untuk saya memposting tulisan saya.

Alhamdulillah…!!! Rasa rindu ingin menulis terobati dengan banyaknya kegiatan selama puasa di papua. Mulai dari tadarrus bersama hingga diminta untuk mengisi KULTUM. Bahkan tak jarang dari jama’ah mengajukan pertanyaan perihal agama. Memang nasib lagi untung, pertanyaan yang mereka ajukan relatif bisa untuk saya jawab. Meski begitu saya khawatir jika nantinya setelah saya menyelesaikan belajar saya di PP.AlFalah Ploso Kediri, akan semakin banyak persoalan2 baru yang mungkin tak ada di kitab yang pernah saya pelajari. Oleh karena itu saya bertekad akan lebih mempersiapkan diri sebelum saya benar2 terjun ke masyarakat.

Ada pengalaman baru yang aku alami di Papua, yakni ditunjuk menjadi khatib dalam sholat jum’at. Padahal saya belum pernah mempraktekkannya bahkan untuk belajar sekalipun. Untung abah saya mengajari tata cara khutbah jum’at pada saya. Khutbahnya memakai bahasa arab, dan setelah sholat jum’at usai saya diminta untuk mengartikan sekaligus menjelaskan isi dari khotbah yang saya baca. Ehhhmmm… Untung bahasa arabnya memakai kosakata yang sering saya temui. So, Thanks to Allah atas taufiq dan hidayahnya pada saya khususnya dan kita semuanya.

Selamat menulis lagi…!!!

Terkisah Junaid Al-Baghdady ketika masih menempuh ilmu agama di salah satu guru di Baghdad, beliau menjadi murid kesayangan gurunya hingga teman seperguruannya merasa iri terhadapnya.

Rupanya kecemburuan para santri terdengar oleh sang guru. Sang gurupun memanggil para santri tak terkecuali Junaid Al-Baghdady. Para santri saling bertanya-tanya ada apa gerangan tiba-tiba sang guru mengumpulkan mereka.

Ternyata sang guru memberi mereka seekor ayam dan sebilah pisau. Santri-santri tetap tak mengetahui alasan gurunya memberi itu. “Kalian semua harus menyembelih ayam kalian masing-masing” ujar sang guru. “Tapi ada syaratnya!” tambahnya. ” Ketika menyembelih jangan sampai ada yang tahu. Terserah kalian ingin menyembelih di dalam kamar, di tengah hutan terpenting jangan sampai ada yang melihat” Kata sang guru mantap. Read More…

Abdel : Mon…!!! coba kamu sebutkan 10 buah dengan akhiran ‘K’…!!!
Temon: Ah…!!! masak ada buah dengan akhiran ‘K’ nyampe 10 gitu…!!!
Abdel: Aduh, Mon…Mon…!!! sekali-kali otakmu tuh ya dipake…!!!
Temon: Ya deh…( Mikir sebentar) Oh ya, dah ketemu Del…!!!
Abdel: Coba sebutkan…!!! Read More…