Ehhmmm….
Ingin kurangkai puisi
saat bayang senja menjauh
meninggalkan bercak ungu
di hamparan langit biru

Semakin cepat waktu berjalan
Semakin jauh aku tertinggal
Ada yang tak pantas aku sandang
Lebih baik kutelan
kata dan angan-angan

Ehhmmm….
Ingin kurangkum puisi
pada selembar kertas buram
dengan ujung yang terbakar hitam
dengan pena yang pecah terinjak

Gemuruh hujan menumpas hayalanku
tentang asmara yang sirna
tekubur dalam dada
kembali kuterduduk
diatas bara hati yang beku

Ehhmmm….
Ingin kuuntai puisi
ketika sadarku tentang berharganya waktu
yang seharusnya kujaga
dan lenyap kini segalanya
tinggal rasa sesal dan kecewa

Sapuan pena,
melahirkan suara hati
dari renungan endapan jiwa
dan kutuangkan sejujurnya
Rindu, dendam, kata hati
mesti kuterjemahkan dalam bahasa pena

Mungkin,
salahku mencoba melupakannya
Terkulai lemah oleh suara penghujat
Walau jauh di dasar hati
masih kusimpan bahagia
Bagaimanakah?
hatikah yang harus kubela? Atau suara mereka?

Beri waktu ku ‘tuk sendiri
Biarkan aku merenung,
berfikir,
dan kemudian memutuskan