Category: Refleksi


Stop it Right Now!

PSSI-KPSI

Bosan, muak, jengah atau kata apa saja yang tepat untuk mewakili nurani insan sepakbola Indonesia. Masih lagi dan lagi PSSI (Penj*h*t Sepakbola Seluruh Indonesia) dan KPSI (Komisi Perus*k Sepakbola Indonesia) seperti kucing dan anjing yang tak bisa akur. Keduanya masih keukeuh bertahan dengan pendapat masing-masing.

Sebenarnya insan sepakbola sempat lega dengan berakhirnya rezim Nurdin Halid (baca, PSSI Reborn). Namun karena keputusan-keputusan PSSI yang baru (diantaranya mengesahkan LPI), membuat masyarakat kecewa. Bagaimana tidak, klub-klub yang notabene adalah ‘anak ingusan’ langsung dapat berkompetisi di kasta tertinggi sepakbola indonesia. Belum lagi pemain-pemain yang mereka punya masih bertaraf ‘liga tarkam’. Terbukti, dengan pemain-pemain dari LPI, TIMNAS Indonesia tak mampu berbicara banyak di AFF Cup kemarin. Read More…

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.
Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini. Read More…

Buang air besar (qodhoul hajjah) adalah ungkapan untuk sebuah keadaan yang tak pantas (buruk) diperbincangkan dalam forum terhormat. Namun siapa sangka, bahwa B.A.B mempunyai hikmah yang berkaitan erat dengan konsep terbaik dalam bersedekah.

Dalam kenyataannya kebanyakan dari kita termasuk saya belum  mengerti hikmah yang terkandung dalam B.A.B. sampai saya mendengar penjelasan dari guru saya di pesantren. Setidaknya ada dua poin yang dapat saya simpulkan dari keterangan guru saya;

1. Tidak membahas/membicarakannya pada orang lain.

Sudah umum bagi kita bahwa membicarakan/menceritakan B.A.B. pada orang lain adalah hal yang ‘tabu’ atau tidak pantas. Ambil contoh, ketika kita memohon izin pada guru untuk memenuhi hajat (B.A.B) kita akan mengatakan, “maaf pak! saya izin ingin ke ‘belakang’“. Kata belakang merupakan pengganti dari kata (maaf) berak/BAB. Kenapa harus mengganti kata berak menjadi ke belakang? Alasannya jelas, yakni Read More…

Makin kompleks saja masalah yang terjadi di Papua. Belum kering airmata keluarga korban penembakan di Puncak Jaya, derita rakyat Papua makin bertambah dengan kelangkaan BBM yang dipicu oleh isu kenaikan harga BBM. Sempat tersiar kabar dari keluarga saya di Nabire bahwa di pedalaman harga bensin bisa mencapai Rp.50 ribu.

Meski kedua orangtua saya berasal dari jawa timur, saya lebih merasa bahwa saya juga merupakan rakyat papua. Mungkin karena saya lahir di Jayapura membuat saya lebih bermimpi bahwa masa depan saya adalah hidup di tanah papua, tanah kelahiran saya.

Kembali ke permasalahan yang ingin saya utarakan yakni perihal ke-kompleks-an masalah yang dialami rakyat papua terutama warga miskin papua. Saya masih ingat di tahun 2001 saat itu saya masih sekolah kelas 2 SMP, tanah papua bergejolak karna tewasnya Theys Eluway pemimpin Presidium Dewan Papua. Sekolah-sekolah sempat diliburkan beberapa hari karena suasana tidak kondusif. Belum lagi ditambah pemutusan aliran listrik dari PLN yang membuat malam hari di Nabire khususnya makin mencekam.

Permasalahan yang sangat kompleks di bumi cendrawasih ini bisa saya kerucutkan menjadi dua. Yakni, rasa aman dan kesejahteraan. Read More…

Ketulusan 2 Dunia

ketulusan

Judul diatas sepintas menyeramkan karena di benak kita istilah ‘2 dunia’ identik dengan dunia kita (manusia) dan dunia ghaib ( jin, setan dan semacamnya). Namun yang ingin saya angkat disini adalah soal ketulusan yang pernah kita alami di dunia nyata dan ketulusan yang ter-aplikasi dalam dunia TV.

Ketulusan yang berasal dari kata ‘tulus’ bisa diartikan sebagai sikap jujur, tidak berpura-pura, sungguh dan benar-benar dari hati.

Ketulusan mungkin sangat jarang kita temukan pada era modern saat ini. Dengan adanya arus globalisasi kita dituntut untuk siap bersaing dengan yang lain. Betapapun sulitnya, ternyata masih dapat saya temukan nilai-nilai ketulusan dalam kehidupan saat ini. Terlebih-lebih kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi tentang ketulusan dari orang-orang disekitar kita.

Penjaga Tambangan Itu…

Kupukul kentongan sebagai isyarat untuk memanggil penjaga ‘tambangan’. Posisi tambangan saat itu berada di seberang sungai. Saat tambangan mulai bergerak menuju arahku, mataku tiba2 merasa aneh saat melihat kearah sungai. Ternyata dermaga tempat tambangan tertambat hilang terbawa arus sungai.

“Njenengan mriku mawon gus, kulo dandani riyen seseke (kamu disitu saja, biar saya perbaiki dulu dermaganya)”. Sejurus kemudian bapak penjaga ‘tambangan’ menceburkan dirinya kedalam sungai guna memperbaiki dermaga yang rusak. Sekitar sepuluh menit dermaga selesai diperbaiki. “Monggo gus!”, ujarnya mempersilahkanku menaiki ‘tambangan’.

Sesampai diseberang sungai Read More…

2012, Tahun Baruku

Karena kegiatan yang semakin padat akhir-akhir ini, saya agak telat untuk menulis postingan tentang tahun baru. Walau begitu saya coba menggali makna dan hikmah yang terkandung didalamnya. Bukan karena ingin ikut larut hingar-bingar perayaan tahun baru masehi, namun bukan juga menganggap remeh momentum yang telah mengakar di tengah kehidupan masyarakat sekarang. Dalam kesempatan kali ini saya ingin ikut menyikapi makna tahun baru, selain itu saya ingin menggambarkan alur pena yang tergores dalam lembar hidup saya selama satu tahun.

Sebenarnya, momentum perubahan yang terjadi pada tahun baru sering didengungkan oleh kita semua. Sebagian dari anda pasti mempunyai harapan-harapan yang lebih baik pada tahun depan. Sering kita ditanya oleh kolega-kolega kita bagaimana dan apa harapan kita pada tahun yang akan datang. Pasti, kita semua ingin semua menjadi lebih baik. Momentum perubahan seyogyannya tidak menunggu pergantian tahun. Sebagai muslim, stiap hari harus menjadi momentum untuk bermuhasabah, Rasulullah bersabda, “Hassibu qobla an tuhassabu” (hisablah dirimu sebelum Allah meng-hisabmu) — al-hadist — Read More…

amputee-soccer
Sepakbola yang konon katanya ber’cikal-bakal’ dari olahraga Tsu-Chu pada zaman cina dulu tidak dapat kita pungkiri memang merupakan olahraga paling populer saat ini. Olahraga yang mempertandingkan dua tim yang berjumlah masing-masing sebelas orang sudah menjadi olahraga yang digemari mulai dari kalangan presiden sampai penjual duren. Bahkan di Amerika Latin seperti Brasil, dan Argentina sepakbola status telah diposisikan layaknya agama sehingga Maradona-pun telah dianggap sebagai Tuhan bagi sekelompok orang.

Mari kita pikir sejenak tanpa mengikutsertakan hobi kita, mungkin kita – layaknya orang yang tak menyukai sepakbola – kan merasa aneh atau geli melihat 22 orang berlari dengan serius saling berebut satu bola.

Kecuali dua orang yang berada paling belakang, mereka tidak ikut berlari merebutkan bola melainkan cukup menjaga dan mempertahankan gawangnya agar tak kebobolan. Namun lebih anehnya lagi, Read More…

haji mubarak

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat islam, karena umat islam menggunakan momen tersebut untuk menyempurnakan rukun iman yakni dengan melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji merupakan ritual keagamaan yang mengajarkan persamaan derajat umat manusia. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak membeda-bedakan umat manusia dari segala status sosial, warna kulit dan ras bangsa. Semuia melaksanakan ibdah yang sama dengan pakaian yang sama pula.

Secara sosial haji merupakan simbol kolaborasi tertinggi yaitu pertemuan pada skala tertinggi dimana umat Islam sedunia melaksanakan langkah yang sama dengan landasan prinsip yang sama pula.

IDUL ADHA

Selain ibadah haji, pada bulan ini islam juga merayakan salah satu hari bersejarah, idul adha. Pada hari itu umat islam dianjurkan untuk sholat sunnah dua rokaat serta menyembelih korban bagi yan mampu. Anjuran menyembelih korban tak lepas dari peristiwa dramatis yang dialami oleh dua insan mulia, Ibrahim as. dan Ismail as.

Idul Adha berasal dari kata ‘udlhiyyah’ yang berarti ‘hewan kurban’. Pada hari itu, umat islam dianjurkan menyembelih hewan kurban dan nantinya akan dibagikan pada kaum dlu’afa. Read More…

campioni
ah, lega rasanya. Sebagai fans AC Milan, penantian tujuh tahun adalah waktu yang cukup lama untuk gelar juara Serie A Italia. Apalagi tetangga dekat mendominasi jalannya kompetisi dalam setengah dekade. Tapi penantian panjang itu berakhir Minggu (8/5) dinihari WIB saat AC Milan meraih gelar ke-18 mereka di Serie A dengan mengumpulkan satu poin yang mereka butuhkan dalam lawatan ke Roma sekaligus memupus harapan Inter Milan untuk mengejar perolehan poin Milan.

PEKAN DEMI PEKAN

Perjalanan Milan musim ini tak bisa dibilang mudah. Milan memulai musin ini dengan terlambat. Dengan ‘hanya’ mengumpulkan sepasang kemenangan dan sepasang seri serta sekali kalah, Milan terpaksa berada di posisi ke-5 klasemen pada giornata 5 di bulan September.

Namun pada bulan berikutnya Milan mulai merangsek ke papan atas. Pada bulan yang menjadi bulan terbaik Lazio yang secara mengejutkan tampil impresif ini, Milan berhasil mengumpulkan empat kemenangan dan satu seri dan berhak duduk di peringkat ke-3 klasemen.

Tren positif Milan berlanjut pada bulan November. Read More…

PSSI Reborn

Usai sudah kemelut yang terjadi dalam tubuh PSSI. FIFA sebagai federasi sepakbola tertinggi dunia akhirnya membekukan PSSI dibawah kepengurusan Nurdin Halid. FIFA menganggap bahwa kepengurusan Nurdin Halid tak sesuai dengan statuta FIFA yang menyatakan bahwa Ketua Umum asosiasi sepakbola harus tidak pernah terlibat dalam sebuah kasus kriminal yang oleh Nurdin dkk. telah dibelokkan isinya.

Secara prinsip kemelut PSSI dimulai kekalahan TIMNAS Indonesia dalam final AFF cup yang lalu. Banyak pihak mengklaim bahwa ada permainan dibalik kekalahan Garuda Indonesia. Mulai dari kecurigaan saat para pemain yang semestinya dikarantina malah diundang kesana kemari. Juga adanya laporan bahwa dua pengurus PSSI memasuki kamar ganti pemain saat jeda pertandingan. Serta sorotan laser yang membuyarkan kosentrasi pemain Indonesia.

Memang terlalu naif menjadikan faktor nonteknis menjadi kambing hitam kekalahan. Bagi saya Indonesia memang kalah segalanya. Mulai dari segi fisik, strategi juga mental pemain. Yang lalu biarlah berlalu. Tugas kita sekarang bagaimana cara agar persepakbolaan Indonesia semakin maju dimasa mendatang. Read More…