Category: Taushiyah


Einstein Berkata

 
Siap yang tak kenal Albert Einstein. Hampir tidak ada seorangpun yang menolak jika Einstein dikatakan sebagai prototipe manusia jenius. Berikut berbagai pemikiran dan pendapat seorang Albert Einstein:

1. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.

Sering kali dalam kehidupan kita mengalami satu masalah yang sama dan pernah kita alami sebelumnya. Dan seringkali kita dapat mengatasinya dengan belajar dengan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan pada masalah yang lalu sehingga kita dapat menghindari kesalahan untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Oleh karena itu, baik atau buruk pengalaman yang kita alami jadikan sebagai bahan perbaikan diri kita.

2. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang luar biasa seandainya seseorang tidak harus menghabiskan hidupnya terhadap hal tersebut.

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia. Namun bukan berarti seumur hidup kita habiskan untuk sekolah atau kuliah. Ada hal yang lebih penting diluar sana. Mulai saat ini, syukuri dan gunakan semaksimal mungkin  ilmu yang anda miliki. Read More…

Menjelang waktu Maghrib, alam berubah ke warna merah dan di waktu ini kita kerap dinasihatkan oleh orang-orang tua agar tidak berada di luar rumah. Ini karena spektrum warna pada waktu ini menghampiri frekuensi jin dan iblis (infra-red) dan ini bermakna jin dan iblis pada waktu ini amat bertenaga kerana mereka beresonansi dengan alam. Mereka yang sedang dalam perjalanan juga sebaiknya berhenti dahulu pada waktu ini (solat Maghrib dulu ). Rahasia waktu Maghrib atau warna merah ialah keyakinan, frekuensi otot, saraf dan tulang.
Tahukah anda bahwa warna merah yang dipancarkan oleh alam ketika itu mempunyai resonansi yang sama dengan jin dan syaitan. Kita lebih baik untuk berada di dalam rumah pada waktu magrib ini. Read More…

Buang air besar (qodhoul hajjah) adalah ungkapan untuk sebuah keadaan yang tak pantas (buruk) diperbincangkan dalam forum terhormat. Namun siapa sangka, bahwa B.A.B mempunyai hikmah yang berkaitan erat dengan konsep terbaik dalam bersedekah.

Dalam kenyataannya kebanyakan dari kita termasuk saya belum  mengerti hikmah yang terkandung dalam B.A.B. sampai saya mendengar penjelasan dari guru saya di pesantren. Setidaknya ada dua poin yang dapat saya simpulkan dari keterangan guru saya;

1. Tidak membahas/membicarakannya pada orang lain.

Sudah umum bagi kita bahwa membicarakan/menceritakan B.A.B. pada orang lain adalah hal yang ‘tabu’ atau tidak pantas. Ambil contoh, ketika kita memohon izin pada guru untuk memenuhi hajat (B.A.B) kita akan mengatakan, “maaf pak! saya izin ingin ke ‘belakang’“. Kata belakang merupakan pengganti dari kata (maaf) berak/BAB. Kenapa harus mengganti kata berak menjadi ke belakang? Alasannya jelas, yakni Read More…

Tuhan…
Lihatlah, betapa baik kaum beragama negri ini
Mereka tak mau kalah dengan kaum beragama lain
di negeri-negeri lain

Demi mendapatkan ridho-Mu
mereka rela mengorbankan saudara-saudara mereka
Untuk merebut tempat disisi-Mu
mereka bahkan tega menyodok dan menikam hamba-hamba-Mu sendiri

Demi memperoleh rahmat-Mu
mereka memaafkan kesalahan dan mendiamkan kemungkaran
bahkan mendukung kelaliman Read More…

gd1
Gus Dur. Siapa yang tak kenal cendikiawan islam sekaligus politikus ‘nyentrik’ yang satu ini. Selain dikenali sering melontarkan komentar-komentar yang ‘nyeleneh’, beliau juga tak jarang mengeluarkan joke-joke yang menggelitik. Berikut adalah beberapa ungkapan-ungkapan beliau yang saya dapat:

Sate Babi.

Suatu ketika Gus Dur dan ajudannya terlibat percakapan serius.
Ajudan: Gus, menurut Anda makanan apa yang haram?
Gus Dur: Babi
Ajudan: Yang lebih haram lagi
Gus Dur: Mmmm … babi mengandung babi!
Ajudan: Yang paling haram? Read More…

Jika Keledai Membaca

Humor Ala Gus Mus

gusmus
Timur Lenk menghadiahi Nasrudin seekor keledai. Nasrudin menerimanya dengan senang hati. Tetapi Timur Lenk berkata, “Ajari keledai itu membaca. Dalam dua minggu, datanglah kembali ke mari, dan kita lihat hasilnya.”

Nasrudin berlalu, dan dua minggu kemudian ia kembali ke istana. Tanpa banyak bicara, Timur Lenk menunjuk ke sebuah buku besar. Nasrudin menggiring keledainya ke buku itu, dan membuka sampulnya.

Si keledai menatap buku itu, dan tak lama mulai membalik halamannya dengan lidahnya. Terus menerus, dibaliknya setiap halaman sampai ke halaman akhir. Setelah itu, si keledai menatap Nasrudin. “Demikianlah,” kata Nasrudin, “Keledaiku sudah bisa membaca.” Timur Lenk mulai menginterogasi, “Bagaimana caramu mengajari dia membaca ?” Read More…

Tanda Kedewasaan

* Salah satu tanda kedewasaan adalah kemampuan untuk hidup bersama-sama orang lain yang tidak sama. (Gus Mus)

Umat Dan Perbedaan

Oleh: Gus Mus.

Mula-mula adalah dua sejoli ”imigran” dari sorga, Adam dan Hawa, yang diserahi Tuhan mengelola bumi ini. Kemudian, mereka menurunkan keturunan yang disebut manusia. Manusia berkembang semakin lama semakin banyak meramaikan planet ini. Ketentuan-ketentuan Tuhan yang dibawa dan diajarkan Adam a.s. sebagai panduan untuk mengelola bumi dan wasilah untuk kembali ke sorga, menuju kepada-Nya, semula dipatuhi dan ditaati oleh semua anak-cucunya. Namun dengan perjalanan waktu, kian lama ketentuan-ketentuan itu dilupakan dan diabaikan oleh cicit-cicit Adam yang datang belakangan.

Atas kemurahan dan kasih sayang-Nya, Allah pun mengutus Nuh a.s. untuk mengingatkan manusia kembali kepada ketentuan-ketentuan-Nya itu. Bertahun-tahun, Nabi Nuh a.s mengajak manusia untuk kembali kepada jalan Allah, ketentuan-ketentuan Allah itu, hingga akhirnya Nabi Nuh a.s kehabisan cara untuk menyadarkan mereka. Hanya beberapa puluh orang yang mengikutinya; yaitu mereka–yang ketika banjir azab menyapu manusia— ikut bersamanya dalam bahtera. Read More…

“Seandainya semua orang masuk sorga kecuali satu orang; saya khawatir satu orang itu aku.” (Sayyidina Umar Ibn Khatthab r.a. –manusia terbaik ketiga menurut Ahlu sunnah wal jama’ah)

(Sumber:gusmus.net)

Ummi

Oleh Gus Mus

ummi

Ummi
Kaulah gua teduh
tempatku bertapa bersamamu
Sekian lama

Kaulah kawah
dari mana aku meluncur dengan perkasa

Kaulah bumi
yang tergelar lembut bagiku
melepas lelah dan nestapa

Kaulah gunung yang menjaga mimpiku
siang dan malam

Kaulah mata air yang tak berhenti mengalir
membasahi dahagaku
telaga tempatku bermain
berenang dan menyelam

Kaulah, ibu, laut dan langit
yang menjaga lurus horisonku

Kaulah, ibu, mentari dan rembulan
yang mengawal perjalananku
mencari jejak sorga
di telapak kakimu

(Tuhan,
aku bersaksi
Ummi telah melaksanakan amanatMu
menyampaikan kasihsayangMu
maka kasihilah Ummi
seperti Kau mengasihi
kekasih-kekasihMu
Amin).