Siap yang tak kenal Albert Einstein. Hampir tidak ada seorangpun yang menolak jika Einstein dikatakan sebagai prototipe manusia jenius. Berikut berbagai pemikiran dan pendapat seorang Albert Einstein:

1. Satu-satunya sumber pengetahuan adalah pengalaman.

Sering kali dalam kehidupan kita mengalami satu masalah yang sama dan pernah kita alami sebelumnya. Dan seringkali kita dapat mengatasinya dengan belajar dengan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan pada masalah yang lalu sehingga kita dapat menghindari kesalahan untuk menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Oleh karena itu, baik atau buruk pengalaman yang kita alami jadikan sebagai bahan perbaikan diri kita.

2. Ilmu pengetahuan adalah sesuatu yang luar biasa seandainya seseorang tidak harus menghabiskan hidupnya terhadap hal tersebut.

Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap manusia. Namun bukan berarti seumur hidup kita habiskan untuk sekolah atau kuliah. Ada hal yang lebih penting diluar sana. Mulai saat ini, syukuri dan gunakan semaksimal mungkin  ilmu yang anda miliki.

3. Terpuruk dalam masalah merupakan peluang hebat untuk kita.

Setiap manusia pasti pernah terpuruk. Jika setiap momen dalam hidup manusia adalah pintu-pintu untuk menuju kesuksesan, maka ketika kita terpuruk itu berarti kita belum diperkenankan melewati pintu tersebut. Tunggu beberapa saat pintu itu terbuka. Jika tetap tidak terbuka, tenang, masih ada pintu lain menuju kesuksesan.

4.  Saya tidak memiliki bakat tertentu. Saya hanya ingin tahu.

Bakat seseorang tidak akan muncul seandainya dia tidak mempunyai rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu akan menuntun kita menuju kesuksesan dan menyelamatkan kita dari kesesatan. Bukankah pepapatah mengatakan,”malu bertanya  sesat dijalan”?

5.  Jika fakta tidak sesuai dengan teori, rubahlah faktanya.

Untuk komentar yang satu ini, tolong teman-teman bantu untuk menjabarkan.

6. Kerja keras bukan untuk sukses tetapi untuk sebuah nilai.

Sukses memang bukan tujuan utama. Allah akan menilai kita melihat sejauh mana usaha yang kita lakukan. “al-ajru biqodri ta’ab” (ganjaran tergantung usaha)

7. Saya tidak pernah memikirkan masa depan. Masa depan akan segera datang.

Terlalu sering memikirkan masa depan akan membuat diri anda menjadi was-was dan dihantui rasa takut “bagaimana nanti?”, atau “jangan-jangan, nanti akan”. Jalani hari-hari anda sesuai kapasitas yang anda miliki. Sederhananya, laksanakan kewajiban-kewajiban hari ini.

8. Jika A adalah ‘sukses’, maka rumusnya adalah ‘A=X+Y+Z’, dimana X adalah ‘kerja’, Y adalah ‘bermain’, dan Z adalah jaga mulut anda agar tetap tertutup.

Sukses tidak hanya tergantung dari sejauh mana kita bekerja keras, namun juga tergantung dari bagaimana sikap kita terhadap hubungan kita dengan dunia luar serta tetap menjaga etika.

9. Ketika seseorang bertanya kepada Einstein, pertanyaan apa yang akan diajukan kepada Tuhan bila dia dapat mengajukan pertanyaan itu, dia menjawab,”Bagaimana awal mula jagad raya ini? Karena segala sesuatu sesudahnya hanya masalah matematika.” Tapi setelah berpikir beberapa saat, dia mengubah pikirannya lalu bilang,”Bukan itu. Saya akan bertanya,”Kenapa dunia ini diciptakan?” Karena, dengan demikian saya akan mengetahui makna hidup saya sendiri.

Kalau yang ini sepertinya tidak perlu diuraikan deh.

10. Tuhan tidak bermain dadu.

Tuhan setiap saat selalu mengawasi hambanya. Dia takkan lalai meninggalkan hambanya.

11. Kelemahan dalam tingkah laku menjadi kelemahan karakter.

Sekuat apa karakter seseorang tergantung dari bagaimana dia dalam bersikap dan mengambil tindakan.

12. Membaca, setelah beberapa waktu, menggelapkan pikiran terlalu jauh dari pencarian kreatif nya. Seseorang yang membaca terlalu banyak dan menggunakan otaknya terlalu sedikit akan menjadi kebiasaan malas untuk berpikir.

Mulai saat ini baca yang anda pahami dan pahami yang anda baca.

13. Agama tanpa ilmu adalah buta. Ilmu tanpa agama adalah lumpuh.

Agama dan ilmu harus jalan beriringan. Tak ada yang boleh didahulukan.

15. Hukum gravitasi tidak berlaku terhadap orang yang sedang jatuh cinta.

Jika seseorang sedang dimabuk cinta, katanya sih rasanya seperti melayang jauh ke angkasa.

16. Di tengah kesulitan terdapat kesempatan.

Sesuai firman Allah, “inna ma’al ‘usyri yushro”.

17. Banyak orang mengatakan kepintaran yang menjadikan seseorang Ilmuwan besar. Mereka keliru.. itu adalah karakter.

Untuk menjadi seorang yang sukses, harus dimulai dari bagaimana membangun karakter kita.

18. Ada dua cara untuk memahami kehidupan. Cara pertama dengan menyadari bahwa tidak ada hal yang mukjizat. Yang kedua menyadari bahwa semua hal adalah mukjizat.

Takjubi semua yang ada dan jangan mengharap sesuatu yang berlebihan.

19. Cobalah tidak untuk menjadi seseorang yang sukses, tetapi menjadi seseorang yang bernilai.

Hargai diri anda sendiri. Jadilah pribadi yang istimewa meskipun dimata anda sendiri.

Iklan