ketulusan

Judul diatas sepintas menyeramkan karena di benak kita istilah ‘2 dunia’ identik dengan dunia kita (manusia) dan dunia ghaib ( jin, setan dan semacamnya). Namun yang ingin saya angkat disini adalah soal ketulusan yang pernah kita alami di dunia nyata dan ketulusan yang ter-aplikasi dalam dunia TV.

Ketulusan yang berasal dari kata ‘tulus’ bisa diartikan sebagai sikap jujur, tidak berpura-pura, sungguh dan benar-benar dari hati.

Ketulusan mungkin sangat jarang kita temukan pada era modern saat ini. Dengan adanya arus globalisasi kita dituntut untuk siap bersaing dengan yang lain. Betapapun sulitnya, ternyata masih dapat saya temukan nilai-nilai ketulusan dalam kehidupan saat ini. Terlebih-lebih kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi tentang ketulusan dari orang-orang disekitar kita.

Penjaga Tambangan Itu…

Kupukul kentongan sebagai isyarat untuk memanggil penjaga ‘tambangan’. Posisi tambangan saat itu berada di seberang sungai. Saat tambangan mulai bergerak menuju arahku, mataku tiba2 merasa aneh saat melihat kearah sungai. Ternyata dermaga tempat tambangan tertambat hilang terbawa arus sungai.

“Njenengan mriku mawon gus, kulo dandani riyen seseke (kamu disitu saja, biar saya perbaiki dulu dermaganya)”. Sejurus kemudian bapak penjaga ‘tambangan’ menceburkan dirinya kedalam sungai guna memperbaiki dermaga yang rusak. Sekitar sepuluh menit dermaga selesai diperbaiki. “Monggo gus!”, ujarnya mempersilahkanku menaiki ‘tambangan’.

Sesampai diseberang sungai Read More…

Iklan