Tag Archive: Muhammad SAW.


Ketulusan 2 Dunia

ketulusan

Judul diatas sepintas menyeramkan karena di benak kita istilah ‘2 dunia’ identik dengan dunia kita (manusia) dan dunia ghaib ( jin, setan dan semacamnya). Namun yang ingin saya angkat disini adalah soal ketulusan yang pernah kita alami di dunia nyata dan ketulusan yang ter-aplikasi dalam dunia TV.

Ketulusan yang berasal dari kata ‘tulus’ bisa diartikan sebagai sikap jujur, tidak berpura-pura, sungguh dan benar-benar dari hati.

Ketulusan mungkin sangat jarang kita temukan pada era modern saat ini. Dengan adanya arus globalisasi kita dituntut untuk siap bersaing dengan yang lain. Betapapun sulitnya, ternyata masih dapat saya temukan nilai-nilai ketulusan dalam kehidupan saat ini. Terlebih-lebih kali ini saya akan menceritakan pengalaman pribadi tentang ketulusan dari orang-orang disekitar kita.

Penjaga Tambangan Itu…

Kupukul kentongan sebagai isyarat untuk memanggil penjaga ‘tambangan’. Posisi tambangan saat itu berada di seberang sungai. Saat tambangan mulai bergerak menuju arahku, mataku tiba2 merasa aneh saat melihat kearah sungai. Ternyata dermaga tempat tambangan tertambat hilang terbawa arus sungai.

“Njenengan mriku mawon gus, kulo dandani riyen seseke (kamu disitu saja, biar saya perbaiki dulu dermaganya)”. Sejurus kemudian bapak penjaga ‘tambangan’ menceburkan dirinya kedalam sungai guna memperbaiki dermaga yang rusak. Sekitar sepuluh menit dermaga selesai diperbaiki. “Monggo gus!”, ujarnya mempersilahkanku menaiki ‘tambangan’.

Sesampai diseberang sungai Read More…

Karena Hanya Dia

<

(Kenapa Harus Dia?)

Kehidupan ibarat perjalanan di malam gelap gulita yang amat membutuhkan pelita abadi yang tergantung di langit yang senantiasa memancarkan bias cahaya benderang sepanjang tali usia alam ini. Kehidupan pula bagaikan tanah gersang dan tandus yang butuh terhadap air segar, menyejukkan tak lupa pula menyuburkan.

Adakah sosok lain yang menjadi bahan primer tinta sejarah yang dapat diambil oleh generasi penerus sebagai bekal perjalanan mengarungi samudera kehidupan, selain Beliau, Baginda Rasul, Muhammad SAW?

Siapapun yang menatap dalam-dalam kisah hidup Beliau, niscaya akan tersialukan oleh kemilau cahaya mutiara yang amat menakjubkan. Bagaimana Beliau mampu menundukkan pesona duniawi dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan hingga ke suatu tingkatan yang belum pernah disaksikan dalam panggung kehidupan dan belahan bumi manapun.

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21) Read More…

kapitalisme
Di tengah modernisasi dan kapitalisme yang telah meluas seperti sekarang ini, manusia dihadapkan pada satu masalah sosial, budaya dan ekonomi yang pelik. Kebijakan tradisional yang mengajarkan kita untuk bersabar, hidup santun dan damai, serta menghargai keberadaan orang lain mulai terkikis oleh budaya instan dan egoisme individual.

Moral sebagai makhluk sosial pun menjadi rapuh karena krisis kepercayaan di antara sesama manusia. Upaya gotong royong justru terpolarisasi (pembagian atas dua bagian (kelompok orang yg berkepentingan dsb) yg berlawanan,pen) pada kelompok sosial tertentu. Akibatnya, yang terjadi adalah sebuah persaingan doktrin yang relatif tak sehat. Read More…