Kurang percaya diri (PD) tampaknya merupakan penyakit psikis yang umum bagi remaja, bahkan orang dewasa sekalipun. Sebagai bukti adalah banyaknya kursi yang melompong ketika ada seminar atau pertemuan besar lainnya. Peserta yang datang lebih awal kurang PD untuk sekedar dudukdi barisan paling depan.Aneh bukan?

Membina timbulnya rasa percaya diri mungkin sulit. Saya saja meski sering melakukan presentase(gak sombong lho…!!!) di depan umum, masih sering kehilangan percaya diri. Sebenarnya cara menghilangkan rasa tidak PD cukupmudah. Namun tak semua orang dapat secara mudah dapat merealisasikannya.

Awalnya, mulailah dengan menyatukan hati (niat) dan perbuatan. Artinya, jika hati anda ingin sesuatu, maka turutilah dengan perbuatan yang mendukung selama tidak menyalahi norma-norma adat dan agama.

Kita ambil contoh, semisal nanti sore kita ingin datang ke rumah teman pada pukul 16.00.Maka, cobalah penuhi janji tersebut dengan segala konsekwensinya. Artinya, kita memang ada kemauan untuk datang pada jam tersebut dan itu kita jalankan sungguh-sungguh walaupun hari sedang hujan deras sekali.

Saya yakin, setelah itu akan timbul rasa puas dalam diri kita. Lho, ‘kok bisa? Iya, karena kita telah mampu menyatukan niat dan perbuatan. Itu dapat menimbulkan rasa percaya diri. Maka, mulai sekarang, selalu kompromikan antara hati dan perbuatan.

Yang kedua, adalah coba kenali diri kita sendiri. Cari apa kekurangan dan kelebihan kita. Kalau sudah cobalah lakukan sebanyak mungkin yang menjadi kelebihan kita. Misalnya, kita memiki minat menulis, tulislah berbagai artikel lalu kirimkan ke media cetak, yang berskala regional maupun nasional, atau kita buat website pribadi atau yang lebih kita kenal dengan istilah nge-blog (seperti saya ini, cieehh). Jika ada satu saja telah mendapat respon,maka kita takkan canggung lagi untuk terus menulis, bahkan menulis dapat kita jadikan sebagai profesi. Dan, mungkin akhirnya kita menjadi penulis professional. Mudah bukan?

Kalau kelebihan sudah kita eksplorasi, kita tingkatkan untuk membenahi kekurangan yang kita miliki. Misalnya, kita sering datang terlambat, maka perbaiki kebiasaan buruk itu dengan menghargai waktu dan menggunakannnya sebaik mungkin sehingga kita takkan telambat lagi. Dan begitu seterusnya. Jadi, kita harus menambal sulam kekurangan-kekurangan kita selama ini satu demi satu hingga tuntas agar rasa PD itu muncul.

Yakinlah bahwa kita mampu berubah kearah yang lebih baik. Dengan menancapkan tekad itu dalam hati, insya Allah rasa PD itu akan muncul dengan sendirinya. Itu dapat dibuktikan bila hati kita telah berkata, “Ternyata aku bisa”.

Nah, semoga dengan tulisan saya khususnya dan kita dapat menghilangkan rasa kurang percaya diri itu. Selamat mencoba menuju ‘kepercayaan diri’. Jangan lupa disertai do’a untuk-Nya yang ‘Maha membolak-balikkan hati’.