*Di tangga-tangga kebijaksanaan, kalah juga indah. Terutama karena kalah seperti amplas yang menghaluskan kayu yang mau jadi patung mahal, seperti pisau tajam yang melobangi bambu yang akan jadi seruling indah kemudian.

*Tidak mungkin mendalami kehidupan tanpa mendalami kematian. Ia mirip mau mengerti siang tanpa mau mengerti malam. Mau tahu rasa manisnya sukses tanpa tahu bagaimana pahitnya gagal.

gedeprama.blogdetik.com