Ilmu Pendidikan mendapat porsi yang signifikan dalam dunia islam. Dengannya, manusia dibedakan dengan makhluk hidup lainnya. Bahkan ketika Allah menciptakan Adam AS., Allah sekaligus telah membekalinya dengan ilmu pengetahuan.

Dalam surat al-Baqarah : 31 Allah berfirman: Wa ‘allama aadama al-asmaa’a kullahaa. Konklusi (kesimpulan,pen) dari ayat tersebut diatas ialah Allah telah memberikan kemampuan pada manusia (Adam dan keturunannya) untuk dapat memberi nama pada benda-benda sekaligus sifat-sifat, hukum timbal balik, serta tabiatnya, termasuk juga dzat Allah SWT.

Alhasil, pengetahuan diturunkan Allah sebagai bekal manusia dalam rangka memikul amanah sebagai kahlifah di bumi. Kondisi tersebut menuntut manusia untuk dapat menguasai ilmu syar’iyah dan ‘aqliyah, juga yang tak kalah penting yaitu pengamalan yang utuh dalam bentuk tranformasi-moralitas.

Terkait dengan itu, metode ta’lim wa ta’allum (belajar-mengajar, pen) yang tepat harus bermuara kepada aktivitas yang sarat dengan nilai-nilai kependidikan, yakni ilmu dan amal utnutk dikembangkan sekaligus.

Konkretnya, kegiatan yang harus dijalani dalam proses tersebut meliputi dua aspek kegiatan, yaitu ta’allum dan tafakkur. Aspek yang pertama meniscayakan keharusan berusaha sungguh-sungguh memperoleh pengetahuan melalui pemahaman yang benar dan prosedural. Sedangkan yang kedua memastikan adanya upaya reflektif tentang hakikat ilmu, tujuan dan keguanaannya.

Melalui dua aspek pokok tersebut, proses belajar-mengajar akan mengahasilkan pribadi-pribadi yang memahami hakikat ilmu keguanaan dan tujuannya. Selain itu juga akan menelorkan insan yang mengamalkna ilmunya secara kreatif, bertanggung jawab, serta tetap berpijak pada norma-norma moral yang dikaitkan dengan arus kehidupan yang terus berkembang.

Nilai-nilai moral itulah yang akan mengantarkan manusia pada fitrahnya, yaitu berupaya berperilaku sesuai sifat-sifat Allah dan mengaplikasikan misi risalah Nabi. Pada gilirannya, hal itu akan mendorong manusia untuk berusaha mencapai kualitas (bukan kuantitas), serta memproleh nilai-nilai ke-saleh-an (bukan ke-saheh-an semata).

Inilah tujuan sejati pendidikan yang kemungkinan besar (insya allah) dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran yang dibuatnya sendiri.