sketsa
Pijakan tanah yang basah, makin goyah
Di ruang lapang, makin sesak
Terbumbung angan dan asa, makin teringat

Namun,
kucoba hembuskan separuh udara
pada hati yang sempat pengap hingga pekat
Kucoba tancapkan kepercayaan
pada dirimu yang telah menyeka peluhku
yang telah mencuri habis perhatianku

Warnamu kusentuh
di saat hati gersang penuh debu
Bagai oase bangkitkan asa
‘tuk berbagi harapan
Kau hadir membawa cinta

Keindahanmu memalingkan sang nyata
hingga terpesona
Jika ini mimpi
‘kan kuharapkan abadi
dan tak ingin terjaga lagi

Setelah kukibaskan hujan malang
Sekelebat sunyi menghadang
Aku bisu tak bergeming
Menunggu angin mengantarmu

Seketika menatap sayu
Setengah bosan kuhitung rindu
Kulihat bintang selalu di situ
mana dirimu?

Kuharap,
kaulah malaikat kiriman Tuhanmu
Karna tak lekang kau dalam hatiku
Walau berhadapan denga waktu

Tuhan yang disana…
Beri aku waktu untuknya,
waktu untuk bersamanya
Karena janjiku hanya untuknya..

Dan jika terpisah
Jangan biarkan ia menderita
Karena cinta sejati adalah,
Melihat yang terkasih bahagia

(ternanti waktu)