ultah

Selamat ulang tahun kuucapkan…
Sambutlah hari indah bahagia…
Selamat ulang tahun untuk kamu…
panjang umur di dalam hidupmu…

Penggalan lagu dari wayang cukup menjadi perwakilan atas diriku yang tepat tanggal 26 oktober 2009, usiaku bertambah satu tahun. Rasa syukur kuhaturkan kehadirat Allah SWT. atas limpahan rahmatnya saya masih berada dalam naungan iman dan islam, insyaallah. “Wah, syukuran deh. Makan gratis!” Kelakar seorang teman berniat menyindirku. “Tenang aja, insyaallah ‘ntar malem aku traktirin deh!” Jawabku dengan raut wajah bahagia.

Saya yakin dari semua teman-teman pasti pernah merayakan hari ulang tahunnya walau hanya sekai seumur hidup. Banyak cara yang dilakukan orang dalam merayakan ulang tahunnya. Ada yang mengadakan pesta super mewah yang dilakukan oleh mereka yang berduit tentunya. Bagi kita kalangan menengah kebawah mungkin cukup dengan mentratir makanan alakadarnya pada sanak saudara serta teman sejawat.

Saya sendiri juga pernah merayakannya bahkan hampir setiap tahun, meski hanya mengadakan tasyakuran kecil-kecilan saja terpenting dengan niatan memanjatkan syukur kepada-Nya atas limpahan rahmat yang telah diberikan pada saya. Jujur, saya tidak pernah merayakannya dengan mengikuti pesta ulang tahun ala barat.

Saya teringat pertama kali ulang tahun saya dirayakan, waktu itu saya baru berumur 4 tahun. Abah mengundang teman-teman kecilku guna diminta untuk do’a bersama dan lagu “potong kue” diganti dengan membaca sholawat nabi.

ehhmm… Tak terasa sudah 23 tahun aku menginjak punggung bumi. Diri ini serasa makin dapat sedikit demi sedikit mengerti makna dari hidup. Dengan bertambahnya usia, seharusnya makin dewasa pula tingkah dan laku saya.

Sejatinya saya merasa bahwa setiap orang takkan mampu berada pada pangkat kedewasaan. Mungkin manusia akan tetap belajar untuk dewasa hingga ajal tiba. Karena sampai sekarang tak seorangpun dapat menjelaskan pada saya arti dewasa itu sendiri. Dapat berkumpul dengan orang yang berkarakter berbeda merupakan salah satu ciri dari orang dewasa, itu versi Gus Mus.

Kini, kontrak hidupsaya di dunia makin berkurang. Saya berharap semoga Allah tetap menaungiku dengan limpahan nikmat iman, islam dan ikhsan. Amien yaa Robbal ‘alamin.

Allahumma inna nas-aluka al’afwa wal ‘afiyah wal mu’afatad daaimah fiddiin waddunya wal akhirah…
Allahumma habbib ilayna bil iman wazayyinhu fi qulubina wakarrih ilaynal kufro wal ‘isyan waj’alna minar rosyidiin…
Allahumma qoni’na bimaa rozaqtanaa wa baarik lana fiimaa a’thoytana…
Allahumma yassir umuurona wasroh sudurona wanawwir quluubana wakhtim bissholiakhati a’maalana…
Allahumma tawaffanaa muslimin waakhyina muslimin waalkhiqna bissholikhin…
Amien, amien, yaa Robbal ‘alamin…