watu-pecah-6
(ajari aku menggapai ridho-Nya)

Dalam kepekatan mimpiku
wajah-Mu tersembunyi
Alam semesta, bintang, rembulan
Semua datang sujud untuk-Mu
Menikam cinta paling dalam

Kucoba lukiskan Engkau
yang kasat mata namun ada
Bahkan mengalir dalam darah
Darimana kuawali?

Garis-garis coba aku satukan
menampilkan watak yang beringas
Titik-titik kukumpulkan
menampakkan rona geriap

Terlalu jauh dari wajah-Mu
yang Teduh dan penuh Kasih
Terlampau sulit membayangkan-Mu

Ketika aku mencari wajah-Mu
menerobos celah dedaunan
Besilangan semburat-Mu dalam kabut
Aku terpaku, aku terpana, aku larut
Gemuruh di dadaku
sirna bersama keheningan semesta

Ketika aku mendengar-Mu
Bergema di dalam ruang jiwa,
mengalir sampai ke ujung jemari
Rindu yang aku simpan membawa aku terbang,
menjemput bayang-bayang
Lalu senyap ditelan keheningan rimba raya

Kini…
Kuyakini Kau sepenuhnya tak mungkin kulukis
Sepuluh jari terangkat
Teriring permohonan ampun
atas kelancangan mimpiku

Dalam kesejukan nafasMu
aku khusyuk bersujud
Dengan asa dapat kutafsirkan makna firmanMu