bulan itu
Kau…
Anda…
Atau apalah aku memanggilmu?

Saat kau hadir
takut dan berani menyatu
Saat kau ada
kuat dan lemah tak beda

Hujan di ujung bulan memaksaku berteriak
inilah yang kuucap
Menyibak selubung cerca
Kuseberangi batas denganmu

Sentuhan itu
Langkah untaian kata waktu itu
pindahkan ke hatikku!
Bernaunglah dalam pelukku
Alasan apapun akan ditempa

Si bodoh telah bersimpuh
mengaku kalah di hadapanmu
Bilakah dapat mendengar dentuman hati?

Tapi sungguh…
Tak bisa kubersembunyi

Dengan pesonamu,
purnama malu menampak
Andai bulan enggan bersinar,
cukuplah wajah itu yang menggantikan

Ketika kau mendekat
dan keindahan itu termiliki
Dunia tersia-sia
hancur dalam cinta

Nafas hidupku kehilangan langit tempat bernafas
Langkah lemah ini tanpa bumi untuk berpijak
Saat kau jauh…

sedekat lagu ke bibir
sedekat tidur malam dan kenangan
sedekat lengan dalam rangkulan
sedekat mimpi pada mata
Mendekatlah…!

Jangan biarkan mata ini
sembab karena tangis
Bawaku dalam lenganmu
Dalam rasa sakit aku terperangkap
Angin rindu tanpa ragu
mengiris hati

sedekat rahasia di detak jantung
sedekat hujan dengan awan
sedekat purnama pada malam
sedekat ombak dengan lautan
Mendekatlah…!

Sampai kapan teracuh…?
Kumohon…!
Lagi…!
Mendekatlah…!

Pada-Mu kuhaturkan sembah sujudku
Ampuni hamba,
cinta lain telah hadir di hati ini

Selalu terpanjat do’a
Semoga bertemu dalam ridho-Nya.

(Tertulis dan akan terus ternanti)