Terlarang mata memejam
Kenangan bertamu dalam ingatan
Ingin menangis
Airmata membeku menjadi bulir kekecewaan dan penderitaan
Menjerit…
Hanya itu yang kubisa…

Duhai insan nan jauh dipandang
yang tak tergapai tangan!
Mungkinkah angin malam mengantarku ke hadapanmu?

Bagai nelayan kehilangan arah
ku tak tahu harus kemana
Entah kapan biduk sampai tujuan
Pun tak tahu bagaimana harus kembali
Terombang-ambing oleh gelombang rindu
dan terseret jauh dalam pusaran cinta
Begitu jugakah kau?

Ya Rabb…
Tolonglah hamba nan lemah ini!
Yang menderita dalam asmara dan kerinduan

Walau aral melintang
Kucoba tabah dan bersabar
Banyak khayal dan harapan tersemai sudah
Airmatapun tak bosan-bosannya mengalir
Tak jarang rasa takut dan asa berkecamuk
Bagai bayi yang terenggut dari buaian sang ibu

Ya Rabb…
Pada siapa kumemohon jika bukan Kau
Biarkan cinta tetap menyesaki dada
Walau badai menerpa,
mencabik-cabik hati
Terpanjat do’a…
Semoga kami dipertemukan menuju ridho-Mu…

Amien…
Ya Robbal Alamin…