sketsa-06
sketsa wajah tergores
melayangkanku…
terseret jauh ke gerbang mimpi
ketika jiwa luruh, aku pun terbang

Terlalu dilambungkan mimpi
fikiranku pun terkunci
seiring kepak merpati
aromamu membiusku
tergigil oleh api asmaramu…

ehhmmm…
kerap kupanggil namamu
lewat helaan nafas
dalam…

Mengapa kau tak melihat apa yang aku fikirkan?
Semuanya terbuka
segalanya terbaca
Mengapa kau tak peduli isyarat yang kukirimkan?
Mengapa hanya namamu terpatri dalam jiwaku?
Haruskah aku menyerah sebelum aku coba?

Angin, tolong bawa aku terbang
jauh melewati batas angan
agar aku dapat terus bermimpi
untuk membuktikan bahwa cintaku
kekal abadi…