Kemarin sore di salah satu stasiun TV, saya menonton acara reality show yang bertajuk maafin dong!”. Acara yang berisikan kisah tentang seseorang yang berusaha meminta maaf pada sahabatnya karena sebuah kesalahpahaman yang membuat sahabatnya sakit hati.maaf!

Pada awalnya sahabatnya menolak untuk memaafkannnya. Namun berkat ketulusan dan kesungguhannya untuk tetap memohon maaf, akhirnya sahabatnya pun memaafkannya.

Sobat! “hard to say i’m sorry”. Kadang kita melihat seseorang begitu mudah memaafkan orang yang telah bersalah padanya, bahkan sebelum orang yang bersalah meminta maaf. Tidak jarang pula kita menemui orang yang berlama-lama dalam api kemarahan dan dendam. Bahkan juga banyak orang yang memberikan ide utk temannya untuk membalas sakit hati pada orang yang telah bersalah padanya.

Saya yakin baik yang berslah maupun yang disalahi, sama2 merasa sakit bila permasalahan tsb tak kunjung selesai. Dan ketika telah memaafkan, mereka pun yakin bahwa maaf adalah obat yang paling mujarab baik bagi si pemaaf dan yang dimaafkan.

Tak perlu dipungkiri, sebenarnya banyak alasan untuk memaafkan.
Mungkin antara lain adalah

Karena memaafkan merupakan kekuatan terindah kasih sayang.
Memang tidak mudah memaafkan orang yang telah menyakiti hati kita, apalagi dilakukan oleh orang yang kita percayai dan kita sayangi. Namun inilah perbuatan yang paling besar dari pewujudan kasih sayang sesungguhya. Yakni kita bisa memaafkan kesalahan orang lain, serta tidak membiarkan kita bahagia diatas penderitaan orang lain yang telah meminta maaf pada kita sedangkan kita tak memaafkannya.

Memang benar, segalanya butuh proses. Dan ujung-ujungnya adlah kasih sayan menjadi alasan terkuat untuk memaafkan.

memaafkan (mungkin) tidak bisa memperbaiki masa lalu, tapi dapat memperindah masa depan.

Sobat! Bila kita merasa diri dan hati kita sakit segeralah minum obat yang paling mujarab. Obat ini tak tersedia di apotek. Tapi telah ada di hati kita masing2. Terkadang butuh orang lain untuk mengingatkan kita untuk meminum obat ini. Obat ini bernama memaafkan.