Saya coba memaparkan tentang cinta dan kasih sayang…

Jika seorang wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan jawablah, bahwa Anda ingin menjadi matahari.

Mungkin saja wanita itu tidak akan mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu-kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Jika wanita berkata ingin menjadi rembulan dan Maka Anda jawab bahwa ingin tetap menjadi matahari. Mungkin wanita itu semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, matahari berada di siang hari sedangkan bulan di malam hari. Namun tetaplah jadi matahari.

Wanita tersebut mungkin akan kecewa,sudah berubah 2 kali, namun kita tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita itu pun mungkin pergi dan tak pernah lagi kembali, tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Mari kita merenung sendiri dan menatap matahari.

Sebenarnya…
Saat wanita ingin menjadi bunga, Kita ingin menjadi matahari agar bunga dapat
terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik.

Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga. Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terus bersinar indah dan dikagumi.

Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari.

Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan
mendapatkan kemuliaan tersebut.
Ini disebut dengan Pengorbanan,menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Pria tidak pernah menyesal menjadi matahari bagi wanita.
matahari