Betapa hebatnya waktu mengatur kita. Ketika lonceng berbunyi, tanpa diperintah kami, para santri bergegas segera mengambil air wudlu. Dan ketika si Raja Siang telah nampak dengan kesombongannya menyayat kulit bumi dengan pancaran panasnya, kami pun sibuk dengan kegiatan kami masing-masing.waktu

Hingga malam tiba, letih menyapa. Semua sarana belajar yang kami gunakan untuk memegahkan persoalan di siang tadi,segera kami save kembali ke dalam laci. Seolah semua persoalan telah terpecahkan pada hari itu juga. Padahal masalah tetap terjaga selagi kami pejamkan mata.

Namun esok hari ketika lonceng berdentang, semua tumpukan masalah kami aduk kembali. Seolah kami terlampau banyak tidur semalam. Penbahasan pun kami lanjutkan kembali.

Ah, betapa hebatnya waktu menghibur kita. Betapa bergairahnya waktu membangunkan kita.

Saat kita mengatur waktu, sesungguhnya kita pun mengatur pikiran, emosi, dan perasaan kita. Karena waktu adalah lingkaran dimana kehidupan kita berjalan, kita atur waktu untuk mengatur kehidupan. Kita rayakan sesuatu karena kita ciptakan hari besar. Kita heningkan diri karena kita tegakkan kesyahduan. Lalu semua itu kita rangkai dalam jalinan waktu.

Maka, hanya mereka yang tak kenal akan waktulah yang terjerat dalam persoalan tiada berujung.
Waktu bagaikan pintu-pintu dalam ruang kehidupan. Stelah melewati satu pintu, maka kita akan dihadapkan dengan pintu yang lain.

Benarlah apa yang dikatakan Alexander Graham Bell : “Setelah satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka; tetapi kerap kali kita terlalu lama memandangi dan menyesali pintu yang telah tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang telah dibuka untuk kita.”

Sobat…!!! Gunakan waktu se-efisien mungkin. Fungsikan dia sebagaimana mestinya.