Seorang bocah merengek pada ibunya minta dibelikan jagung bakar. Dengan enggan ibunya mengeluarkan selembar uang Rp.1000 dan mengawasinya dari kejauhan. Si bocah pun mengamati gerak gerik si nenek penjual jagung bakar dengan asyiknya memainkan kipas bambunya. Mata kecilnya membulat takjub pada percikan biji jagung, asap serta harum yang melayang kemana-mana.trims

Sedangkan nenek tua berpakaian lusuh itu memandanginya dengan tersenyum simpul. Sesekali dia cubit pipi mungil si bocah yang jongkok di sebelahnya. Kemudian diberikannya jagung bakar itu pada si bocah yang sedari tadi berharap takjub. “Ini ambil saja buat kamu, tak usah bayar” katanya. “makasih, nek!” kata si bocah.

Ikhwat…!!!
Kita pasti sepakat, bahwa dengan demikian, si nenek pasti malah kehilangan sebagian penghasilannya. Tidakkah hati kita terketuk untuk membalas sebuah pemberian dengan sesuatu yang lebih baik dari sekedar ucapan terimakasih?
Memang, menerima selalu lebih menyenangkan. Namun , memberi dengan rasa tulus justru lebih membahagiakan?