Terkisah, seorang pemburu memulai aktivitasnya seperti biasanya. Pagi-pagi betul Ia telah bersiap untuk berburu. Tak seperti pemburu biasanya yang didampingi anjing pemburu dan membawa senapan, Dia hanya cukup melengkapi peralatannya dengan sebilah parang. Caranya pun terbilang unik, dengan menunggu di balik pohon di sekitar jalan yang sering dilalui hewan buruan.

Tak lama ia menunggu, tiba-tiba kelelawar kesiangan hinggap di dahan pohon tepat di depannya. Dengan mengayunkan parangnya, pasti Ia akan mendapatkannya. Tapi Ia berpikir,” Ah, untuk apa merepotkan diri hanya untuk seekor kelelawar? Apa artinya dibanding rusa incaranku?”.

Sesaat setelah itu, lewatlah seekor kancil. Bhakan sempat menjilat kakinya. “Ah, seekor kancil. Toh tak lebih besar daripada rusa”. Dia pun membiarkannya. Tak lama kemudian terdengar suara pijakan seekor binatang. “Ah, ternyata seekor rusa”. Keluhnya. Dibiarkannya rusa itu lewat. Diapun tetap menunggu rusa incarannya. Lama Ia menunggu, hingga tertidur.

Hingga matahari hampir terbenam, datanglah seekor rusa. Bahkan hingga berlama-lama di depannya.
Si pemburu tak jua terjaga dari tidurnya. Ketika rusa itu nyaris menginjaknya, Ia terbangun dan spontan berteriak, “Rusa…!!!”sehingga rusa itu kaget dan lari terbirit-birit sebelum Ia sempat menombaknya. Ia pun pulan dengan tangan hampa.
menyesal