Sebutir pasir yang masuk di sela-sela ujung kaki, tak jarang mendatangkan petaka. Ia bisa msuk ke kulit dan menyelusup ke kuku. Lama kelamaan kaki terinfeksi dan membusuk. Dan,tanpa sadar kaki tak dpat digerakkan. Binatang buas, perampok, pembunuh, keclakaan, yang secara naluriah membuat kita takut, sering kita lebih mempersiapkan diri untuk menghadapinya.hati hati

Tapi jika sebutir pasir masuk ke sela-sela kaki kita, seringkali kita metak memperhatikan bahkan mengabaikannya.

Pernyataan ini kalau kita renungkan, tak ada bedanya dengan kita yang sering melupakan dosa-dosa kecil. Orang yang melakukan dosa kecil, misalnya mencoba-coba mencicipi minuman keras atau membicarakan keburukan orang lain, sering menganggap hal itu adalah dosa yang kecil.

Karena itu, banyak orang yang kebablasan melakukan dosa-dosa kecil sehingga lambat laun jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dosa kecil itu pun akan berubah jadi dosa besar.

Melihat kemungkinan potensi kerusakan besar yang tercipta dari dosa-dosa kecil itulah, Nabi Muhammad saw mewanti-wanti agar ummatnya tidak mengabaikan dosa-dosa kecil seraya tidak melupakan amal baik kendati kecil juga.

Dalam kisah disebutkan, seorang pelacur masuk surga hanya karena memberi minum anjing yang kehausan. Perbuatan yang cenderung dinilai sangat kecil itu ternyata di mata Allah punya nilai sangat besar karena faktor keikhlasannya. Bukankah semua roh yang ada di seluruh jagad ini, termasuk roh anjing tersebut, hakikatnya berasal dari Tuhan Yang Maha Pencipta juga? Itulah nilai setetes air penyejuk yang diberikan sang pelacur pada anjing yang kehausan.

Ikhwat…!!!
Semua perbuatan selama hidup kita, akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Sekecil apapun dosa, maka kita akan dibalas. Demikian pula pahala kita.

“FAMAN YA’MAL MITSQOOLA DZARROTIN KHOIRON YAROHU, WAMAN YA’MAL MITSQOOLA DZARROTIN SYARRON YAROHU, WA.”
Artinya: Maka barang siapa melakukan amal baik seberat biji sawi, dia akan melihatnya. Dan barang siapa melakukan amal buruk seberat biji sawi, maka dia akan melihatnya pula.”(QS.Alzalzalah:7-8).
Wallahu A’lam.