indonesia

Ketika suatu rakyat tidak memiliki pemimpin yang berhak memberikan perintah, instruksi, dan petunjuk-petunjuk, niscaya rakyat tersebut akan berada pada posisi yang sulit. Karena itu dalam islam diajarkan akan pentingnya arti sebuah kepemimpinan. Umar Ibn Alkhattab menyatakan:
لا اسلام إلا بالجماعة، و لا جماعة إلا بالاماره , ولا إمارة إلا بالطاعة
“tidak ada islam yang sempurna kecuali dengan jama’ah, tiada jama’ah(perkumpulan) yang sempurna kecuali dengan kepemimpinan, tidak ada kepemimpinan yang sempurna tanpa adanya ketaatan”.

Sebaliknya, rakyat yang memiiki orang-orang yang punya ambisi besar untuk mendapatkan jabatan kepemimpinan, yang semakin hari semakin banyak saja yang demikian, maka kemungkinan kekacauan yang terjadi akan lebih besar.

Pemilihan pemimpin baik pusat maupun daerah, tak lain adalh untuk meminimalisir dampak jelek perebutan kekuasaan. Kaidah fiqh menyatakan:
الميسور لايسقط بالمعسور
“Kewajiban yang dapat dijalankan tidak akan gugur sebab adanya kesulitan yang menghalangi ditunaikannya kewajiban tersebut”.

Pengangkatan pemimpin yang sifatnta wajib takkan gugur sebab adanya kesulitan yang menghadang, selama masih ada celah untuk menunaikan kewajiban tersebut.

Ambisi meraih tahta kepemimpinan adalah penyakit yang parah. Kerancuan akibat masalah perebutan kekuasaan menjadi penyakit kronis yang dapat melumpuhkan. Bila ada satu orang memegangnya, maka dapat dipastikan ada saja yang berusaha menggoyahkan kedudukannya berkat rasa dengki di hatinya. Berbagai usaha dilakukan, semua kekuatan dikerahkan, permusuhan dikobarkan, dan kekerasan begitu nyata di depan mata.

Pemimpin sejati bukanlah mereka yang memakai uang dan menyebarkan pengikutanya untuk mencitrakan kebaikan dirinya agar rakyat senang pada pribadinya.

Pemimpin sejati adalah orang yang kepemimpinan sudah menjadi wataknya. Dab yang demikian itu hanya ada dalam pribadi yang terkenal keutamaannya, jauh dari perkara hina, saleh, kuat hati, bersemangat, bersih, cerdas, bangga akan hasil jerih payah sendiri, dan tidak bangga dengan jerih payah orang lain (baca: orang tua,pen.), jelas bagaimana akhlaknya, tahu kebutuhan rakyat serta responsif mencarikan alternatif untuk hal-hal yang berguna bagi rakyat.

Bila ada pemimpin yang demikian إنساء الله akan mampu menjadi pemimpin yang baik bagi rakyatnya, akan dipatuhi perkataanya, dan mendapat tempat yang tinggi di hati rakyatnya.

Maka, marilah kita tolong bila ada pemimpin yang demikian. Dengan cara membantu program-programnya yang berpihak dan maslahat bagi rakyat. Semoga negara kita menjadi:
بلدة طيبة و رب غفور