Bagiku, lelah bukan karna menyerah.
Bukan pula mulai pasrah!
Tapi bukankah benar terkadang menyanggah salah?
Dan sungguh…
Dengan tak tergetarnya kalbu
Menantikan matisuri jatidiri
Dan itu, yang tak terbantahkan; nurani lenyap mengasa…

Kapan aku sadar?
Kapan insaf bertamu?
Walau pernah aku menerka
Akal bersentuh sesal dan sendu kembali menyangkal
Namun tak mengayuhnya tubuh kalbu tetap menyuruh;..mengapa gaduh?
Ataulah kenapa lengah patah bersama mimpi-mimpi…
Terbang?
Di mana terbang yang sesungguhnya merupakan perang
Dan takkala setengah langkahku menyeka peluh,
dan aku tak ternyuh…
Karena duri-duri hinggapi lunak meniti
Seakan insani tak sulit menyulut api-api
Dan sebegitu mudah dosa-dosa terganyang?

Bagiku dan semoga bukan aku
Melainkan manusia sendiri yang tercuri iri
Selalu bersendi diri merinai hal abadi
Sedangkan senyum matahari pun terbit dan tenggelam
Kemudian kadang pula tertutup awan hitam
Dengan ternantikan pelangi rupawan…