Bukan ingin melawan fatwa MUI, saya hanya ingin mengutarakan fakta2 menarik dari teman2 yang dijadikan argumen mereka dalam rokok:

1.Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko tersebut aktiflah merokok.
2.Menghindarkan dari perbuatan jahat karena tidak pernah ditemui orang yang membunuh, mencuri dan berkelahi sambil merokok.
3.Mengurangi resiko kematian, dalam berita tidak pernah ditemui orang yang meninggal dalam posisi merokok.
4.Berbuat amal kebaikan; kalau ada orang yang mau pinjam korek api paling tidak sudah siap/tidak mengecewakan orang yang ingin meminjam.
5.Baik untuk basa-basi/keakraban; Kalau ketemu orang misalnya di halte kita bias tawarkan rokok. Kalau basa-basinya tawarkan uang kan nggak lucu.
6.Memberikan lapangan pekerjaan bagi buruh rokok, dokter, pedagang asongan, pembuat asbak, pabrik kemasan dan perusahaan obat batuk.
7.Bisa menambah suasana pedesaan / back to nature bagi ruangan ber AC dengan asapnya sehingga seolah-olah berkabut.
8.Menghilangkan bau wangi-wangian ruangan yang alergi bau parfum.
9.Melatih kesabaran dan menambah semangat pantang menyerah karena bagi pemula merokok itu tidak mudah, batuk-batuk dan tersedak tapi tetap diteruskan (bagi yang tulus).
10.Untuk indicator kesehatan; Biasanya orang yang sakit pasti dilarang dulu merokok. Jadi yang merokok itu pasti orang sehat.
11.Menambah kenikmatan; Sore hari minum kopi dan makan pisang goreng sungguh nikmat apalagi ditambah merokok.
12.Sebagai tanda kalau hari sudah pagi, karena setiap pagi kita pasti mendengar ayam merokok.
13.Membantu shooting film keji, rokok digunakan penjahat buat nyundut jagoan yang terikat di kursi…ha…ha…ha… penderitaan itu pedih jendral!!!
14.Film koboy pasti lebih gaya kalau ngerokok sambil naek kuda, soalnya kalau sambil ngupil susah betul.
15.Buat ngelobangin kunci jawaban.

MUDAH-MUDAHAN HAL-HAL DI ATAS DAPAT DIJADIKAN BAHAN PERTIMBANGAN OLEH MUI DALAM MENCIPTAKAN SEBUAH FATWA TENTANG MEROKOK.